Pasokan darah darurat, polisi mendesak untuk menyumbangkan darah ke PMI setempat

Kesehatan

Theresia Felisiani, reporter Tribunnews.com-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Epidemi korona yang telah menyebar di Indonesia sejak awal Maret telah berdampak pada stok darah Palang Merah Indonesia (PMI). Keterasingan sosial atau fisik memutus rantai virus korona, membawa suplai darah ke area kritis pada titik kritis.

Dalam hal ini, kepala polisi nasional Idham (Idham Azis) memerintahkan Kasatker atau Kasatwil untuk memanggil stafnya untuk mengoordinasikan kegiatan donor darah yang tidak dibayar melalui PMI, “Ya, untuk mendesak Anggota kepolisian nasional yang menyumbangkan darah kepada PMI memiliki masalah TR. Karena ada surat dari PMI yang meminta mobilisasi donor darah, “kata Idham Azis usai konfirmasi di Tribunnews.com, Rabu (8/4/2020).

Pesanan ini termasuk dalam Raharia Telegram (TR) nomor ST / 1127 / IV / KEP / 2020 pada hari Selasa, 7 April 2020, oleh kepala Kepolisian Nasional Amerika Serikat-Amerika, dan inspektur jenderal Eko Indra Heri atas nama Komisaris Polisi Nasional tanda. -Reading: Polisi: Tidak ada banyak perbedaan antara aplikasi PSBB dan jarak yang sebenarnya,

“Saat ini diumumkan bahwa ada kekurangan pasokan darah di PMI, dan karena wabah demam berdarah, masyarakat saat ini sangat membutuhkan kasus darah,” ditulis oleh TR.

Membaca: Pada hari Jumat, 10 April, Gubernur Provinsi Yani Anies memberikan penjelasan komprehensif tentang PSBB.

Kepala polisi nasional menyarankan donor darah untuk terus mematuhi protokol sanitasi yang berlaku dan memperhatikan penerapan jarak sosial / fisik untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran virus korona. -Reading: Anies masih memungkinkan transportasi penumpang Ojol selama periode implementasi PSBB- “Kasatker / Kasatwil melaporkan setiap kegiatan donor darah aktif ke Kapolri SDM AS dengan menjalankan fungsi SDM HR / Karo,” tambah Idham Azis.

Post a comment