Pandemi Covid-19, Clinics Without Borders melayani staf medis tanpa batas

Kesehatan

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, kegiatan pribadi sangat terbatas. Bahkan, hal ini membuat sebagian orang khawatir dan enggan pergi ke rumah sakit atau institusi medis lain meski sudah menjalani pengobatan rutin atau sakit sendiri.

Saat ini, beberapa orang keliru berkonsultasi solusi melalui platform online.

Dr. Wei Xiangyu, pendiri dan komisaris Medical Without Borders, mengatakan bahwa beberapa negara telah menerapkan kebijakan blokade. Tentu saja, ini membatasi mobilitas masyarakat, terutama bagi mereka yang menerima perawatan atau membutuhkan perawatan. Tidak hanya untuk pasien yang menerima perawatan di rumah, tetapi juga untuk pasien yang menerima perawatan di luar negeri. Dr Wei Xiangyu mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Kamis (30/4/2020) di tribunnews.com: “Akibatnya, sebagian besar pasien ini mengalami penundaan dan hambatan untuk melanjutkan perawatan secara langsung.” — -Lebih Lanjut Wei Xiangyu mengatakan bahwa beberapa orang telah menemukan solusi melalui platform online untuk perawatan. Sayangnya, platform online yang ada masih konvensional. Dengan kata lain, konsultasi terbatas pada pasien yang mengajukan keluhan dengan dokter, yang memberikan solusi terbatas dan standar. Ini tentunya bukan perawatan kesehatan yang komprehensif. Untuk tujuan ini, ia meluncurkan solusi kesehatan masyarakat dan kesehatan yang dapat dilakukan di rumah melalui platform Klinik Tanpa Batas. Menurut Dr. Wei Xiangyu, platform ini adalah perangkat telemedicine pertama di setiap negara yang memberi dokter keluarga pembuatan model online. Dalam sistem besar ini, sudah ada lebih dari 20.000 halaman konten yang mudah dicerna yang ditulis oleh dokter terkenal, dan mendukung pusat panggilan multibahasa melalui video. Dilengkapi dengan blockchain dan fungsi pengenalan wajah.

Dia menambahkan bahwa pasien dapat memperoleh dukungan dari pakar kesehatan multidisiplin di Singapura, Thailand, Cina, Eropa, Hong Kong, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan negara-negara lain, dan orang-orang ini tidak memiliki kendala bahasa. Sejauh ini, 60-80 ahli medis top dunia dari berbagai negara.

Pendiri dan komisaris “Medical Without Borders” menyimpulkan: “Dengan platform ini, biaya perawatan lebih ekonomis daripada menerima perawatan di luar negeri.”

Post a comment