Pentingnya berjemur di bawah sinar matahari pagi selama pandemi Covid-19

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Kita semua tahu bahwa paparan sinar matahari di matahari pagi sangat membantu untuk mendapatkan vitamin D. Profesor DR, seorang konsultan alergi dan imunologi anak, mengatakan: “Oleh karena itu, valid dari jam 9 pagi sampai jam 10 pagi atau jam 2 siang sampai jam 3 sore.” Budi Setiabudiawan, Sp.A (K), M. Kes akan disiarkan langsung di IG Live dan IDAI, Kamis (4/4/2020).

Tapi baru-baru ini, setelah pandemi Covid-19, jam-jam terbaik penyamakan-apa yang membuat berjemur benar-benar penting selama pandemi? -Budi menjelaskan bahwa selain mengoptimalkan pertumbuhan tulang, vitamin D juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia. -Dengan adanya vitamin D, sel-sel kekebalan tubuh akan lebih aktif melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh, termasuk virus korona.

“Ketika bakteri atau virus memasuki tubuh manusia, sel-sel sistem kekebalan tubuh harus dilawan terlebih dahulu. Ketika vitamin D hadir, fungsi sel-sel kekebalan tubuh akan ditingkatkan, sehingga virus akan ditangkap dan dibunuh.” Budi Dia menambahkan bahwa bagi orang yang masih sehat, berjemur dapat mencegah penyebaran virus korona.

Untuk orang yang terpapar, mengonsumsi vitamin D juga dapat membantu mempercepat timbulnya uremia.

Hanya saja jika pasien berjemur tidak dapat menikmati berjemur, mereka dapat mengambil vitamin D melalui suplemen. Dan (sinar matahari) bertahan lebih lama dari suplemen.

Ada beberapa faktor untuk menyesuaikan durasi matahari lagi, salah satunya adalah jenis kulit. Bagi kebanyakan orang Indonesia yang berjemur, 15 hingga 20 menit direkomendasikan. Dia berkata: “Kecuali bagi mereka yang memiliki kulit coklat, dibutuhkan sekitar tiga puluh menit.” Ditambahkan .

Artikel ini disiarkan di Kompas.com dengan judul “Mengapa berjemur penting selama pandemi Covid-19.” ? “

Post a comment