Apakah kita benar-benar perlu memakai topeng untuk menghindari korona? Inilah yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia!

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Penyebaran virus korona baru atau COVID-19 telah membawa berbagai bentuk tindakan pencegahan.

Mengingat sulitnya menyebarkan virus korona ini dari orang ke orang, kesadaran masyarakat sudah cukup untuk melindungi diri mereka sendiri.

Salah satu langkah yang diambil adalah menjaga jarak dari masyarakat atau antar orang, dan mencuci tangan seperti mencuci tangan. Sesering mungkin, hingga disarankan untuk memakai topeng.

Mengenakan topeng adalah salah satu langkah pencegahan yang diterapkan oleh sebagian besar orang Indonesia, sebagaimana dibuktikan oleh harga topeng yang melonjak dan kelangkaan yang menyertainya. Dilema dalam komunitas.

Beberapa orang mengatakan bahwa topeng hanya boleh dipakai oleh orang-orang dengan kesehatan yang buruk, karena mereka khawatir menyebarkan penyakit melalui tetesan yang disemprotkan dari hidung dan mulut.

Pada saat yang sama, orang yang sehat tidak perlu memakai topeng, yang juga dapat mengurangi kelangkaan masker, sehingga orang yang masih membutuhkan masker lebih banyak (seperti staf medis dan sakit) juga bisa mendapatkan masker. — Jadi, apakah kita benar-benar membutuhkan topeng?

Rekomendasi WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia tidak merekomendasikan penggunaan masker oleh masyarakat dalam kesehatan yang baik.

Post a comment