Jangan menggosok mata Anda untuk mencegah penyebaran virus korona

Kesehatan

Reporter Apfia Tioconny Billy dari Tribunnews.com di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta melaporkan bahwa selama epidemi virus korona (covid-19), menjaga kesehatan mata juga merupakan hal yang penting. Karenanya mendukung penyebaran coronavirus.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menggosok mata Anda, karena dimungkinkan untuk meletakkan tangan Anda dalam keadaan tidak steril.

Dokter mata di Jakarta Ophthalmology Center memiliki tiga tips, Dr. Valenchia Sp.M dan Dr. Ferdiriva Hamzah, untuk menjaga kesehatan mata selama pandemi ini.

Pertama-tama, kita harus menjaga kebersihan mata dan lingkungannya. Setelah memegang benda di tempat umum, hindari menggosok mata terlebih dahulu.

Baca: 54% kasus positif Korona di Indonesia didominasi oleh usia produksi 30-59 tahun, yang berarti

Baca: Penanganan Covid-19, Jusuf Kalla Minta Provinsi PMI telah menjalin hubungan baik dengan TNI-Polri Hubungan — Dokter mengingatkan mereka bahwa jika area mata terasa gatal, terus cuci tangan Anda.

“Saya tidak merekomendasikan ini. Karena itu, saya tidak bisa menyentuh fasilitas umum mereka, seperti pintu mobil, jadi saya segera menatap mata saya,” Dr. Warren, Kamis (30 April, 2020) di JEC instagran berkata di tempat.

Kedua, jaga istirahat selama kegiatan sibuk, kegiatan ini terutama kegiatan online di rumah. Drama Korea melihat Instagram. Karena itu, setelah 20 menit, silakan lihat layar selama 20 detik, dan kemudian lihat enam meter. Ferdiriva .

Teknik ketiga adalah bahwa jika mata Anda tidak sehat, seperti mata merah, sakit yang berkedip atau trauma yang disebabkan oleh pemukulan, silakan berkonsultasi dengan dokter segera.

Dapat diperiksa secara online oleh dokter terlebih dahulu, jika Anda pergi ke rumah sakit segera, silakan perawatan lebih lanjut.

“Jika ada kemerahan mendadak atau kabur, atau sampai rasa sakitnya tidak tumpul dan trauma, kita harus mencari bantuan dari rumah sakit atau klinik oftalmologi,” Dr. Ferdiriva menyimpulkan.

Post a comment