Saran dokter paru tentang kemungkinan coronavirus di udara

Kesehatan

Reporters Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengungkapkan bahwa Covid-19 atau coronavirus ditularkan melalui udara atau udara. -Meski itu tidak pasti, itu dapat menyebar dalam kondisi tertutup atau dalam ruangan, ramai dan kondisi berventilasi buruk.

Sebelumnya, SARS-CoV2 hanya dikonfirmasi oleh tetesan atau partikel kecil air liur yang menetes dari mulut selama bersin, batuk, atau kondisi lainnya.-Membaca: Setelah 7 karyawan terinfeksi virus Corona, KPK mempertahankan Tes cepat-Melihat kemungkinan baru ini, Perhimpunan Pulmonolog Indonesia (PDPI) mendesak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada.

Baca: Dinas Kesehatan DKI mengakui bahwa tingkat positif di ibukota minggu lalu tidak memenuhi rekomendasi WHO

Dalam presiden PDPI Dr. Dr. Agus Dwi Susanto (Agus Dwi Susanto) juga mendesak Orang menghindari kepadatan di ruang terbuka dan tertutup.

“PDPI menyerukan kepada publik untuk menghindari berkerumun di ruang tertutup dan terbuka,” tulis Dr. Agus (Agus) dalam sepucuk surat yang diterbitkan pada 11 Juli 2020.

Baca: Masalah Virus Corona dapat bertahan hidup di udara, pemerintah menyerukan untuk mempersingkat waktu penginjilan Jumat

Kemudian juga mendorong masyarakat untuk mengikuti seperti memakai topeng di mana-mana, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Bahkan jika Anda berada di dalam ruangan, Anda harus menggunakan masker kapan saja dan di mana saja. Jaga kebersihan tangan Anda dan hindari menyentuh wajah Anda sebelum mencuci tangan. Pertahankan jarak tertentu setiap hari,” kata Dr. Argus.

Akhirnya, ketika ventilasi dinyalakan, sirkulasi udara di ruang tertutup harus sangat yakin untuk memastikan sirkulasi udara dan sinar matahari langsung. “” Dengan membuat ruang yang berventilasi baik, jendela harus dibuka sesering mungkin. “Dr. Agus – sejauh ini, covid-19 sangat mengkhawatirkan karena tidak ada vaksin atau obat yang ditemukan untuk mencegah penyakit yang mempengaruhi saluran pernapasan. Di Indonesia, jumlah kasus terus berlanjut” rilis catatan baru , Per Kamis, 9 Juli 2020, meningkat 2.657 kasus.

Pada saat yang sama, data per 13 Juli 2020 meningkat 1.282 kasus, total 76.981 kasus. Jumlah pasien yang pulih meningkat 1.051 menjadi 36.689, dan jumlah kematian meningkat 50 kasus, dengan total 3.656 kasus.

Post a comment