Pandemi Covid-19 dapat membuat anak-anak stres dan memahami karakteristik mereka

Kesehatan

Laporan oleh Apfia Tioconny Billy di Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Orang dewasa di Jakarta tidak hanya akan menderita tekanan psikologis pada virus pandemi, tetapi anak-anak juga akan merasakan tekanan.

Tanda-tanda yang mudah dilihat orang tua, karena secara umum, anak-anak mengalami perubahan dalam sikap atau perilaku.

Tiga generasi psikolog Saskhya Prima menjelaskan bahwa tanda pertama yang jelas adalah bahwa mereka selalu ingin bersikeras bahwa sikap anak-anak orang tua mereka berubah.

“Dapat dilihat dari situasi ini bahwa semuanya berjalan dengan baik, yang normal, tetapi anak-anak benar-benar lengket dan mereka ingin tetap pada itu.” Saskhya (Saskhya) pada Rabu (17/6/2020) dan @agnesmarlita mengatakan dalam wawancara Instagram langsung.

Begitu juga memperhatikan anak-anak yang telah bertahan dalam beberapa tahap pertumbuhan tetapi tiba-tiba mulai tumbuh lagi.

Baca: Mengapa rambut saya beruban ketika saya masih muda? Selain faktor genetik, stres juga bisa menjadi faktor lain — contoh yang sering terlihat adalah anak tidak benar-benar basah ketika tidur di malam hari, tetapi tempat tidurnya basah lagi, yang mungkin merupakan tanda stres anak. Saskhya berkata: “Bahkan jika anak yang menggunakan GTM dan tiba-tiba menggunakan GTM lagi tidak basah atau hujan, dia mungkin makan terlalu banyak.”

Solusinya adalah memahami wajah anak-anak lagi Masalah itu membuat anak merasa tidak nyaman. — Membaca: Tidak ada waktu lama di TV, ini adalah karya terbaru dari Mini Daus, Acknowledge merasa sangat tertekan, karena tidak ada 3 bulan kerja

dengarkan ceritanya dulu, sehingga untuk melepaskan beban penuh anak, maka Jelaskan situasi anak dengan situasi saat ini ketika anak-anak hanya dapat melakukan aktivitas virus berbahaya di rumah.

Dorong anak Anda untuk mengambil tindakan aktif, karena jika Anda duduk di internet dan bermain game, atau karena Anda hanya dapat melakukan kegiatan tidak teratur di rumah, anak Anda akan merasa tidak nyaman.

“Jika anak tidak di sekolah”, maka waktu yang dihabiskan di depan layar telah meningkat, tetapi aktivitas fisik telah menurun, sehingga tidur yang tidak teratur akan membuat suasana hati tidak nyaman. “

Post a comment