Berita terbaru tentang korban korona membunuh 1.775 orang hingga ramalan April menghilang

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM – Epidemi virus korona yang telah berkecamuk di Hubei, Cina, sejak akhir 2019 kini telah melanda dunia, bahkan virus ini mengisolasi Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Baru-baru ini, banyak negara / wilayah menawarkan penerbangan ke dan dari Cina.

Sejauh ini, jumlah korban virus korona terus meningkat.

Seperti yang ditunjukkan oleh South China Morning Post, hari ini (Senin, 17 Februari 2020) jumlah korban yang terinfeksi oleh virus korona telah diperbarui menjadi 71.327.

• Benarkah Indonesia memang terinfeksi oleh virus korona tetapi tidak ditemukan? Profesor itu mengungkapkan penyebab kecemasan

• Seorang pasien virus koroner berusia empat puluh tahun menulis catatan menyentuh kepada perawat, yang berbunyi sebagai berikut: Selama waktu ini, 1.775 orang meninggal dan 1.700 orang. Lima orang dari daratan Tiongkok dari Jepang, Hong Kong, Taiwan, Prancis, dan Filipina.

Ada banyak yang selamat dari virus korona. Menurut data yang dikumpulkan oleh South China Morning Post, para korban virus korona telah pulih hingga 10.610 jiwa. Pada saat yang sama, menurut sebuah laporan oleh Bangkok Post, Zhong Nanshan adalah seorang ahli epidemiologi berusia 83 tahun yang menjadi populer karena perang melawan epidemi SARS pada tahun 2003. Segera itu akan melambat.

Halaman Berikutnya ======================>

Post a comment