Karena perawatan pasien Covid-19, yang diyakini disebarkan oleh virus Corona, perawat dikeluarkan dari rumah sakit dan tidur di rumah sakit.

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, staf medis, termasuk perawat dan dokter di Rumah Sakit Persahabatan, telah mengalami perlakuan diskriminatif oleh masyarakat sekitar. Beberapa orang memilih untuk menghabiskan malam di rumah sakit karena mereka tidak punya tempat untuk pergi.

Tapi mereka yang didiskriminasi sekarang bisa bernapas lega.

• Informasi Terbaru Perkembangan virus Corona di Indonesia pada 686 tergantung pada kebijakan baru Presiden Zokovi — setelah tiga hari di rumah sakit, mereka sekarang memiliki tempat baru.

“Benar bahwa seseorang diminta untuk meninggalkan pensiunnya pada waktu itu .

Pagi ini, saya menerima informasi yang valid yang ditemukan oleh direktur rumah sakit,” direktur rumah sakit Harif Fahila ( Harif Fadhillah). Asosiasi Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Rabu (2020/25/25) di Kompas.com.

“Karena mereka tinggal di rumah sakit selama 3 hari,” tambahnya.

Selain itu, Harrif mengatakan bahwa Rumah Sakit Persahabatan menyediakan rumah bagi mereka. Dia berkata: “Pagi ini, ada bus antar-jemput untuk mereka dalam epidemi ini.” Dikatakan .

Halaman berikutnya == =============>

Post a comment