Proses panjang mendeteksi novel coronavirus di Indonesia

Kesehatan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Kesehatan terus melaporkan bahwa Indonesia tidak memiliki virus corona positif baru atau nol virus corona baru.

Situasi ini sebenarnya mencurigakan, karena diduga bahwa peralatan dan penelitian Indonesia tidak begitu memenuhi syarat untuk memeriksa sampel novel coronavirus Indonesia. Indonesia Achmad Yurianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, juga menjelaskan proses pengujian virus di Indonesia.

Pertama-tama, karena media penelitian sangat sulit, yaitu penggunaan lendir dalam saluran pernapasan, dipastikan bahwa prosesnya sangat berbeda dari verifikasi golongan darah.

“Spesies yang akan kita periksa adalah selaput lendir atau lendir saluran pernapasan, bukan darah atau urin,” kata Yuri, Senin (2/10/2020) di Kementerian Kesehatan Jakarta.

Baca: Karena kekhawatiran tentang virus korona, harga bawang putih naik menjadi 70%.

Baca: Mengapa virus korona jarang terinfeksi oleh anak-anak?

Kemudian kirim sampel ke Balitbangkes melalui sertifikasi BSL Level 3, dan lakukan dua pemeriksaan dari dua sampel pasien

Langkah 1: Prosedur klinis

Pada langkah ini, jika Anda mengalami gejala , Kemudian pengambilan sampel mengarah ke corona novel. Virus seperti flu berat, panas tubuh, sulit bernapas dan batuk.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, tolong jangan mengambil tampon segera, tetapi harus terlebih dahulu mencoba untuk intervensi dengan antibiotik untuk menemukan gejala-gejala ini yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

“Jika intervensi antibiotik memanas, sudah pasti bukan virus, karena virus ini tidak akan menanggapi penggunaan antibiotik,” kata Yuri.

Post a comment