WHO memperingatkan bahwa kekebalan kelompok virus yang digunakan untuk melawan mahkota itu berbahaya: manusia bukan ternak

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Baru-baru ini, istilah “kekebalan kolektif” telah menjadi populer dan populer di kalangan mesin pencari.

Beberapa negara Eropa bahkan percaya bahwa teori “kekebalan kolektif” dapat mengatasi epidemi korona. Untuk mendukung kepercayaan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingat bahaya imunisasi kolektif.

• Bersemangat untuk membuka kasus ini dan memandikan tubuh positif Covid19, 15 warga Sidoarjo bergabung dengan positif Corona

5 Pembaruan Untuk kabar baik terbaru tentang pengobatan coronavirus di Indonesia, silakan Temukan alat deteksi Covid-19 – dan, jika menurut Anda itu dapat mengatasi epidemi Covid-19.

Jadi apa sebenarnya yang dimaksud pembebasan blok? Mengapa beberapa negara terbiasa menanggapi epidemi?

Kekebalan kawanan atau kekebalan kelompok adalah teori yang berasal dari konsep hewan. -Epidemiolog Dr. Dicky Budiman M.Sc. PH, PhD (Cand) CEPH Kesehatan dan Keselamatan Global Griffith University menjelaskan bahwa kekebalan kolektif berasal dari kesehatan hewan, dan kesehatan adalah prioritas utama dari keseluruhan kesehatan. Dicky mengatakan: “Dengan kata lain, itu tidak memprioritaskan kesehatan pribadi.” TribunMataram.com dari Kompas.com mengutip Dicky. Ketika ada vaksin untuk mencegah penyakit menular. Dicky terus menggunakan konsep kekebalan kolektif ketika vaksin hadir, karena dalam praktiknya selalu sulit untuk mencapai cakupan vaksin 100%. Halaman 2 >>>>>>>>

Post a comment