Usulan Ketua IDI kepada pemerintah bahwa jika jumlah perkara bertambah kurang dari 1%, standar baru berlaku

Kesehatan

Laporan reporter Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum melanjutkan operasi di bawah Covid-19 atau kondisi normal. Pandemi. Jawa Timur .

“Kalau kemiringan kurva ke bawah, kenaikan case kurang dari 1%. Sekarang sudah masuk standar, tapi kalaupun masih setinggi Jawa Timur, kalaupun mau di atas, kamu akan merasa dia tidak Masuk standar ini (normal baru), ”ujarnya. Pada Senin (6 Juni 2020) dalam webinar bersama Betadine, Daeng .

Baca: Indonesia Sedang Bersiap Realisasi Normal Baru Yang Paling Rawan Pelepasan Corona dan Cara Mencegahnya Tempat pusing

Baca: Dwi Sasono Bakal Minum Teh Rami 16 Gram dan Teh Rami Lancome Setelah 5 Tahun Dipenjara: Saya Bukan Pedagang

Lalu, Saat Melakukan Prosedur, Daeng Mengimbau Tidak ke Desa Ini harus dilakukan dalam ruang lingkup, dan pengurangan kasus harus dimulai secara bertahap dari daerah yang mengalami stabilitas.

“Ada beberapa standar dan prosedur, karena tidak bisa semuanya diterapkan di tingkat nasional, sehingga bisa diterapkan secara bertahap prioritas, seperti wilayah mana saja yang masuk dalam indikasi epidemiologi,” kata Daeng.

“Kegiatan belum sepenuhnya rutin. Misalnya, beberapa kegiatan di kantor juga telah dicoba, dan kegiatan pabrik yang terpisah dari penghuni tidak bisa sesantai mal perbelanjaan dan pasar yang buka pada waktu yang bersamaan.

Saat menerapkan standar baru ini, Diperlukan kesepakatan. Kesehatan, seperti aturan pakai masker, menjaga jarak, dan menyediakan alat kebersihan.

Pedoman untuk memandu masyarakat dalam melindungi diri dari Covid-19, diperkirakan pedoman tersebut akan berlanjut dalam waktu yang lama, dan Vaksinnya masih dipelajari. Pabrik, tempat ibadah atau lokasi lainnya, ”pungkas Daeng.

Post a comment