Penjelasan Dokter Atas Kabar Heat Gun Akan Merusak Otak, Apakah Bisa Digunakan Selain Dahi?

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Sejak pandemi virus corona, heat gun atau termometer tembak menjadi salah satu item terpopuler.

Alat pengukur suhu semacam ini banyak digunakan di berbagai pintu masuk tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan perkantoran untuk mengukur suhu tubuh pengunjung dan untuk melakukan pemeriksaan awal COVID-19.

Namun, baru-baru ini dilaporkan bahwa alat pengukur suhu berbentuk pistol yang sering ditembakkan di dahi akan merusak jaringan otak. Pertama, mulailah dengan mengunduh video, yang menjelaskan bahwa radiasi laser dari senapan panas dapat menyebabkan kerusakan otak. Apakah itu benar? Menurut editor medis SehatQ. Informasi Karlina Lestari menyebutkan bahwa heat gun akan merusak jaringan otak akibat radiasi laser yang dipancarkan, hal ini tidak benar dan scam. “Cara kerja heat gun adalah dengan memantulkan gelombang infra merah dari tubuh manusia,” ujar dr Karlina Lestari. -Dr. Karlina juga menambahkan bahwa penggunaan heat gun pada dahi sudah lolos uji keamanan, sehingga tidak perlu khawatir penggunaannya.

“Menggunakan heat gun bisa dikatakan dahi sangat akurat, karena hasilnya sangat mendekati suhu tubuh manusia sebenarnya. Jika ada perbedaan Hanya 0,3 derajat, ”imbuhnya. Senapan panas bisa membahayakan otak-jadi kita tidak perlu khawatir dengan laporan bahwa menembakkan termometer akan menyebabkan kerusakan otak, eh.

Sebenarnya, bagaimana cara termometer bekerja?

Post a comment