Selama pandemi Covdi-19, hanya 19,2% Puskesmas yang membuka layanan Posyandu, panggilan IDI.

Kesehatan

Reporter Tribunnews.com Rina Ayu melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan banyak organisasi lainnya menyerukan perlindungan hak atas kesehatan ibu dan anak selama pandemi Covid-19. — Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini menyatakan bahwa selama pandemi COVID-19, jumlah kunjungan ke layanan prenatal dan kesehatan untuk bayi dan balita mengalami penurunan. Terus melaksanakan kegiatan posyandu selama pandemi. 2020). -Selanjutnya, untuk layanan imunisasi, survei singkat yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan UNICEF menemukan bahwa lebih dari separuh institusi medis di Indonesia melaporkan bahwa imunisasi dan vaksinasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya akibat Covid-19.

Baca: Bekasi Lakukan Penipuan Besar-besaran, Sasar Pelaku Pelecehan Ibu Posyandu Korban Ditipu dan Kerugian Hingga Rp 70 Juta

Baca: Juru Bicara yang Harus Biarkan Orang Menghirup Covid -19 Layanan Vaccine Not For Immunization memberikan layanan selama 1.000 hari pertama kehidupan. Penurunan jumlah orang yang mengunjungi layanan kesehatan ibu dan anak akan menjadi penghambat pencapaian tujuan pemerintah dalam mengurangi backlog, yaitu meningkatkan backlog sebesar 14% pada tahun 2024. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan hilangnya generasi mendatang.

Menanggapi situasi tersebut, Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PP IAKMI), Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) dan Kesehatan Ibu dan Gerakan Anak Indonesia (GKIA) ) Menyerukan seruan berikut:

Pertama, ajak semua pihak untuk berpartisipasi dan memberikan dukungan untuk memastikan hak akses o Layanan kesehatan ibu dan anak selama pandemi Covid19.

Post a comment