Jika menyusui tidak dapat menghentikan batuk dan pilek bayi, dokter harus segera memberi tahu rumah sakit.

Kesehatan

Laporan reporter Jakarta Tribunnews.com Apfia Tioconny Billy-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ceroboh minum obat saat anak mengalami gejala batuk dan pilek dapat membahayakan kesehatan dan perkembangan anak. Rifan Fauzie, dokter spesialis anak dan asosiasi spesialis pernafasan, dr SpA mengatakan bahwa daripada memberikan obat-obatan, lebih baik mencoba menyusui untuk meringankan penderitaan anak-anak yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Pilihan lainnya adalah memberikan larutan klorida (NaCl) atau larutan garam untuk meredakan gejala bayi. Batuk dan masuk angin pada anak … Bayi kita tidak dianjurkan minum obat terlalu banyak, tapi bila tidak mengganggu ASI atau ada larutan NaCl, misalkan. Rifan dalam siaran langsung Health Broadcasting, Rabu (2020/7/07).

Lalu, jika tindakan pencegahan pertama dari ASI masih belum efektif dan tanda-tanda batuk pada anak tampak semakin kuat, sebaiknya segera dicarikan. Tolong. Perawatan medis. -Perlu bagi orang tua untuk bersedia membawa anaknya ke rumah sakit, karena batuk dan pilek pada anak mungkin merupakan tanda penyakit pernafasan yang serius. Paru-paru atau pneumonia membutuhkan pemeriksaan langsung. Rifan .

Mantan Dokter Spesialis Anak RSUP Pers Persahabatan Dr. Lilis D. Hendrawati, Sp.A (K) juga mengenang, selama pandemi ini, orang tua harus peka terhadap gejala batuk anaknya.

Ketika seorang anak batuk, pilek dan demam, itu mungkin menandakan bahwa anak tersebut terinfeksi Covid-19, karena itu hanya faktor alergi anak. Lilith (Selasa) (7/7/2020) siaran langsung dengan Radio Kesehatan.

Post a comment