Spesialis: Pasien jantung dapat berolahraga selama pandemi

Kesehatan

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Berbagai penelitian menunjukkan bahwa di antara kematian penderita Covid-19, salah satu penyakit yang paling banyak diderita adalah penyakit jantung. Dr. Rien, yang memiliki riwayat penyakit jantung, juga mengungkapkan hal ini dalam acara bincang-bincang BaBe 1-on-1.

“Virus SARS-Cov-2 menyerang sistem kekebalan manusia, sedangkan sistem kekebalan pasien penyakit jantung lebih lemah daripada orang sehat,” kata ahli jantung itu. Dalam rangka Hari Jantung Sedunia, acara one-to-one talk show BaBe Rien Afrianti, Sp.PD, JP.JP, Dr. FIHA yang diselenggarakan oleh platform distribusi konten Beibei baru-baru ini diadakan di Jakarta. Populasi ini lebih rentan tertular virus ini karena sistem kekebalannya tidak terlalu kuat.

Meski begitu, bukan berarti penderita penyakit jantung tidak boleh berolahraga, apalagi pada saat pandemi. Dan Lung-Nothing mengatakan bahwa bagi penderita serangan jantung, olahraga sebenarnya bisa membantu mencegah serangan lain.

Baca: Memahami “tanda dan penyebab lemah jantung, jika dibiarkan” berakibat fatal-berikut beberapa tips dari Dr. Tidak ada yang bisa digunakan untuk mengukur kapasitas olah raga pasien penyakit jantung selama pandemi ini:

1. Lakukan olahraga ringan – lakukan olahraga ringan hingga 150 menit per minggu, atau 75 menit dengan intensitas sedang per minggu.

2. Pantau detak jantung selama berolahraga

Post a comment