Perhatikan dengan seksama munculnya bakteri tak terlihat pada pakaian

Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM-Pernahkah Anda membayangkan bahwa bakteri akan menempel di pakaian kita? Tidak hanya di tempat-tempat kotor, pakaian juga menjadi sarang paling nyaman bagi bakteri dan bakteri. — Apakah kamu tidak percaya? Cobalah untuk melihat video YouTube dari akun percobaan VS ini. Awalnya, Anda tidak akan melihat adanya masalah dengan permukaan pakaian.

Namun, setelah memeriksanya melalui lensa mikroskop, kami hanya menemukan “penghuni” tak terlihat yang tinggal di pakaian kami. . Ini mungkin bakteri, bakteri, atau bahkan virus berbahaya. Seperti yang dijelaskan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), virus tertentu dapat bertahan hidup di permukaan termasuk pakaian selama berjam-jam.

Pemilik akun tidak puas. Dia bahkan melakukan zoom in hingga 40x untuk mengetahui pergerakan mikroorganisme. Jangan kaget! Fakta membuktikan bahwa tidak hanya satu jenis bakteri yang hidup di pakaian, tetapi juga puluhan bahkan ratusan jenis bakteri. Apalagi di pandemi ini. Anda mungkin memasukkan bakteri, bakteri dan virus ke dalam rumah dan akhirnya secara tidak sengaja membahayakan keluarga Anda.

Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menyiapkan disinfektan sebelum memasuki rumah. Anda bisa menyemprotkan ke semua pakaian untuk mencegah pergerakan bakteri.

Sama seperti akun percobaan VS. Ia menyemprotkan cairan antibakteri Kispray ke permukaan lensa. Hasilnya, semua bakteri menghilang seketika tanpa meninggalkan jejak.

Mengapa pelumas, wewangian, dan pelembut kain membunuh bakteri? Pasalnya, Kispray Anti Germ mengandung alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride, sehingga dapat membunuh segala jenis virus yang menempel pada pakaian, sofa, sepatu dan jok mobil. Salah satu spesies di Indonesia yang sudah ada sejak 2002 dapat digunakan sebagai desinfektan. Padahal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan sertifikat halal, sehingga kispray anti bakteri bisa digunakan untuk mencegah virus masuk ke rumah. -Penulis: Dea Duta Aulia / Editor: Dana Delani

Post a comment